FYP, Anxiety, and Mental Health

Sebagai warga +62, mendapatkan informasi tentang kritik terhadap pemerintah menjadi hal yang tidak asing. Mulai dari postingan berisikan berbagai data yang menunjukkan penurunan grafik kualitas udara, anggaran pendidikan yang dipangkas, kebijakan gas elpiji yang mengakibatkan kelangkaan, candaan satir kritik kebijakan, dan postingan berskala serius lainnya. Hal itu hanya memantik anxiety dari diriku. Belum lagi aku membacanya saat dalam kondisi macet di jalanan menuju kampus, sekolah atau tempat kerja. Ajang saling beradu argumen, menjelekkan pihak lain, bercanda satir, yang ada di kolom komentar guna ditujukan untuk pemerintah maupun pihak lain, seringkali mendistraksi pikiranku saat scrolling sosial media. Tak hanya saat scrolling, tapi juga saat kita belajar lebih dalam tentang kebijakan itu, seakan‐akan bertanya, “Kapan Indonesia bisa damai?”. Ruang digital itu bisa saja disebut demokrasi dan baik untuk kemajuan dan perbaikan pemerintah. Tapi, seringkali kebijakannya ja...