Langit dan Laut


Seperti matahari dengan bulan

Saat matahari masanya sinari kami

Bulan tertidur dulu

Dan membiarkan matahari bersinar


Kini,

Saat matahari kelelahan

Bulan yang gantikan

Sinari kami


Sederhana memang

Berganti peran 

Untuk sinari sekitarnya


Namun,

Seandainya aku matahari,

Belum kutemukan

Bulanku


Yang pahamiku 

Kala aku ragu

Jatuh, lelah, lelap


Jika aku telah temukan bulan

Aku akan senang

Ada yang pahamiku

Dan berganti peran denganku


Namun, egoisnya aku

Aku juga tak mau

Kita hanya bertemu 

Saat dini hari dan senja


Hanya bertemu 

Di sisi yang berhadap-hadapan


Tak pernah beriringan

Untuk waktu yang lebih lama

Apalagi selamanya?


Akan jadi gerhana, kami ini

Yang justru

Malah berikan kegelapan

Bagi sekitarnya


Bukan lagi sinar 

Seperti diri kami masing-masing

"Seutuhnya"


Walaupun pertemuan kita 

Terasa indah dan sebentar

Namun tak bisa saling bersama

Untuk waktu yang lebih lama


Terlebih memiliki?

Apa aku perlu untuk menjadi bintang?

Yang menemanimu bersinar?


Turunkan egoku untuk bersamamu?

Huh,

Sepertinya masih berat bagiku


Biarkan, laut

Biarkan kami

Bertemu sebentar

Memberikan keindahan 

Bagi seisi bumi


Walau hanya sebentar,

Biarkan kami jadi diri sendiri

Walau terasa berat

Tapi langit

Selalu menjadi tempat kami

Untuk beristirahat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Se(h/kar)at

Nulis Aja

Sosok yang Tak Kusadari dalam Diskusi Bersamanya