Cinta dalam Cengkeraman Kapitalisme
Jika Pramoedya Ananta Toer menulis tentang Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer, kali ini terinspirasi darinya, aku hendak menulis “Cinta dalam Cengkeraman Kapitalisme”. Ini kisahku yang pernah menjalani hubungan secara daring selama sepekan. Haha, iya sepekan. Silahkan ternganga, kaget, bingung, dan tertawa. Ada ruang untuk itu, hahaha (aku pun juga tertawa wkwkkw). Aku bertemu dengannya tak sengaja di salah satu grup. Kita sama-sama freelance di suatu media. Sejak lama, memang kita pernah berbincang di chat , namun hanya sebentar. Mungkin aku sering memberikan apresiasi kepadanya. Sebab, tulisannya banyak memublikasi tentang pergerakan masyarakat sipil. Yangmana aku juga suka menulis berkaitan dengan hal itu juga. Dari hal-hal itulah, mungkin ia melihat konsistensiku. Lalu, inilah timingnya . Saat ada berita tentang petani dari Laoli, Sulawesi, aku langsung membalas artikelnya untuk bertanya terkait isu itu. Sambil sedikit berdiskusi, seiring berjalannya waktu k...